Sekolah Tinggi Ilmu Syariah al-Syaikh Wahid kini telah hadir di Kota Baubau dengan membuka dua program studi| S-1 Hukum Keluarga Islam (Ahwal Syakhsiyyah) | S-1 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) | Tlp/WA 0852 1000 1322/0852 8050 0022 | Email. stis.saw@gmail.com

Sunday, June 21, 2026

On June 21, 2026 by Sekolah Tinggi Ilmu Syariah SAW in    No comments

 

STIS SAW News, Ponorogo, – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Syaikh Abdul Wahid, menghadiri kegiatan Sosialisasi dan Deklarasi Konsorsium Perguruan Tinggi Pesantren yang diselenggarakan di lingkungan Pondok Modern Darussalam Gontor. Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh dan akademisi terkemuka dari kalangan pesantren dan pendidikan tinggi Islam sebagai narasumber.

Acara yang berlangsung pada pukul 08.30–12.30 WIB tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi dan kolaborasi antar perguruan tinggi pesantren di Indonesia. Melalui forum ini, para peserta memperoleh pemahaman mengenai arah pengembangan pendidikan tinggi pesantren serta urgensi pembentukan konsorsium sebagai wadah bersama dalam meningkatkan mutu akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam pemaparannya, para narasumber menegaskan bahwa pesantren memiliki karakteristik khas yang membedakannya dari lembaga pendidikan lainnya. Mengacu pada pemikiran KH. Imam Zarkasyi, pesantren dibangun di atas lima unsur utama, yaitu kiai, santri, masjid, asrama, dan pengajaran agama Islam. Sementara itu, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, pendidikan pesantren memiliki kekhasan yang berbasis kitab kuning atau dirasah Islamiyah dengan pola pendidikan muallimin.

Kehadiran STIS Al-Syaikh Abdul Wahid dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi untuk terus berpartisipasi aktif dalam pengembangan pendidikan tinggi berbasis pesantren. Selain menjadi sarana memperluas jejaring kelembagaan, forum ini juga membuka peluang kerja sama strategis antar perguruan tinggi pesantren dalam berbagai bidang, termasuk pengembangan kurikulum, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penelitian kolaboratif, serta penguatan tata kelola kelembagaan.

Ketua STIS Al-Syaikh Abdul Wahid menyampaikan bahwa pembentukan Konsorsium Perguruan Tinggi Pesantren merupakan langkah strategis dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan di era modern. Menurutnya, kolaborasi yang kuat antar perguruan tinggi pesantren akan mempercepat terwujudnya lembaga pendidikan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman serta tradisi kepesantrenan.

“Partisipasi dalam forum ini menjadi bagian dari ikhtiar STIS Al-Syaikh Abdul Wahid untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi pesantren di Indonesia. Kami berharap konsorsium ini dapat menjadi wadah yang produktif dalam membangun kemajuan pendidikan tinggi pesantren secara bersama-sama,” ujarnya.

Melalui kegiatan sosialisasi dan deklarasi ini, diharapkan terbangun komitmen kolektif seluruh perguruan tinggi pesantren untuk memperkuat peran pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, pembinaan karakter, serta pencetak generasi muslim yang berintegritas dan mampu menjawab tantangan zaman.

Humas STIS Al-Syaikh Abdul Wahid Baubau, Sulawesi Tenggara